Halloapakabar.com, Jakarta – Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Dirjen Pajak, Yon Arsal menyatakan bahwa di tahun 2017 telah terjadi peningkatan pemasukan pajak sebesar Rp 417 Trilyun naik dari tahun 2016 sebesar Rp 364 Trilyun. Ada sekitar 11,5 Juta wajib pajak yang menyampaikan SPT dari target 16 juta wajib pajak.

Hal ini diungkapkan olehnya saat dinterview khusus sebelum acara Seminar Nasional Kaukus Muda Indonesia yang dipimpin oleh aktivis muda Edi Humaedi, dengan tema “Upaya Mendongkrak Penerimaan Pajak Ditengah Rendahnya Kepatuhan Kewajiban Perpajakan” di Hotel Atletik Century Park kawasan Senayan Jakarta, Kamis (8/6/2017).

Menurutnya, semakin tinggi tarif pajak maka orang semakin tidak patuh. Tetapi kenapa di negara-negara seperti di Swedia dan Norwegia tarif pajaknya sangat tinggi mencapai 50 persen sampai 60 persen. Kenapa? Karena mereka melihat bahwa pengeluarannya bagus artinya pendidikan dan kesehatan terjamin, itu yang menjadi faktor penting adalah masalah kepercayaan.

“Kemarin kita punya extra ordinary Tax Amnesty selama 3 bulan pertama tahun 2017, selain dampak kebijakan external, juga ada terobosan policy atau kebijakan dan perbaikan administrasi seperti pemeriksaan, penagihan dan pengawasan,” jelasnya. (mis)