Halloapakabar.com, Jakarta – Setelah gagal meraih Piala AFF, Indonesia harus cepat melupakan Thailand. Karena timnas Indonesia akan menghadapi SEA Games 2017 di Malaysia. Setelah itu juga akan ada Asian Games 2018 yang pelaksanaannya bakal digelar di Jakarta dan Palembang.

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi mengatakan tetap puas dengan hasil Piala AFF 2016 meski akhirnya Boaz Solossa dan kawan-kawan gagal membawa trofi kemenangan kejuaraan dua tahunan ini ke Tanah Air. “Ke depan kita harus lebih baik yang dimulai dengan persiapan yang matang dan terprogram dengan baik,” kata Edy Rahmayadi di Jakarta, Minggu (18/12/2016).

Ke depan, kata dia, Indonesia harus bangkit agar bisa bersaing dengan negara lain. Hanya saja, semuanya harus dipersiapkan dengan baik mulai dari sistem pembinaan hingga penentuan pemain yang bakal menjadi tulang punggung timnas. “Kita adalah bangsa pemenang, kita adalah bangsa yang tidak boleh kalah. Dengan pembinaan yang cukup dan teratur, kita bisa bangkit dan mampu memenangi pertandingan,” sebutnya.

Sebelum menentukan langkah ke depan, pria yang juga menjabat sebagai Pangkostrad TNI itu mengaku akan segera melakukan evaluasi kinerja Pelatih Alfred Riedl dan jajarannya hingga pemain yang saat ini memperkuat timnas Garuda.

Evaluasi ini bakal dilakukan dalam waktu dekat. Peluang timnas untuk bangkit memang terbuka karena saat ini banyak pemain muda di timnas senior yang memiliki kemampuan lebih. Saat ini tinggal bagaimana memaksimalkan potensi yang dimiliki timnas Garuda.

Suara dukungan pun datang dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden ketujuh Indonesia ini yang sempat menyaksikan pertarungan skuad Garuda di leg pertama semifinal kontra Vietnam di Stadion Pakansari, 3 Desember lalu, memberikan dukungan lewat tulisannya di salah satu akun jejaring sosial resminya.

“Jangan patah arang. Ambil pelajaran atas kekalahan (dari Thailand di final Piala AFF 2016). Timnas Indonesia tetaplah semangat – Jkw,” tulis Jokowi di akun Twitter-nya, @jokowi, atas kandasnya perjuangan skuad Garuda di final Piala AFF tahun ini.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyatakan timnas Indonesia tetap mendapatkan bonus dari pemerintah walau gagal jadi juara di Piala AFF 2016. Namun besaran bonus tersebut tidak mencapai Rp12 miliar seperti yang dijanjikan sebelumnya.

“Tetap ada apresiasi dari pemerintah, tetapi jumlahnya akan dibicarakan lebih lanjut dengan Kementerian Keuangan. Kami sudah melengkapi semua persyaratan administrasi,” tutur Imam di Gedung Kemenpora, Jakarta.

Menurut dia, bonus tersebut wajar karena para pemain sudah berjuang keras membela negara sepanjang turnamen AFF 2016. Menurut Imam, Boaz dkk sudah mati-matian dalam menjalani laga. Sebelumnya pemerintah menjanjikan bonus total Rp12 miliar bagi seluruh tim nasional Indonesia jika berhasil membuat sejarah menjuarai Piala AFF 2016 untuk kali pertama.

Imam juga berpesan kepada PSSI untuk serius mempersiapkan timnas yang akan bertanding pada SEA Games 2017 di Malaysia. Dia menegaskan bahwa pemerintah siap mendukung, terutama dari segi anggaran. “Selain itu PSSI harus memberikan peluang yang sama kepada seluruh anak bangsa untuk membela timnas, baik yang berkiprah di dalam maupun di luar negeri,” harapnya. (drw/hlb)