Halloapakabar.com, Semarang – Alumni SMA Negeri 3 Malang angkatan tahun 1965 yang bergabung dalam Paguyuban Alumni Enam Lima (Paguanama) telah menyelenggarakan Reuni ke 7 di Semarang dan Ambarawa selama 3 hari mulai 8 sampai dengan 10 Mei 2017. Tidak kurang dari 36 orang anggota mengikuti berbagai acara.

Ketua Panitia Adri Mursini kemarin mengungkapkan ketika berwisata ke Museum Kereta Api di Ambarawa terasa peserta begitu akrab sehingga pihak museum ikut larut di dalamnya.

“Baru kali ini pejabat museum Ambarawa ikut dalam kereta bahkan ikut menyanyi dengan wisatawannya,” ujar Adri Mursini.

Ketika KA meliwati Rawa Pening, HM Sudono selaku perugas museum menjelaskan lokomotif koleksinya ada 21 buatan Jerman dan Swis abad 19 dan 20. Dengan lokomotif kuno, KA Wisata menempuh perjalanan Ambarawa ke Tuntang kembali lagi Ambarawa dalam satu jam. Padahal jarak antara kedua stasiun kota itu hanya 6,5 km. Berarti kecepatan KA kuno itu 13 km/jam.

Anggota panitia Suprihardjo menambahkan, semula rombongan Paguanama dijadwalkan mengunjungi Lawang Sewu. Namun karena waktu terbatas dari Sam Po Kong , Gedong Batu, Semarang langsung ke Masjid Agung Jawa Tengah di Jl Gajah terus ke Ambarawa. Justru di Museum Kereta Api di Kota Palagan ini diketahui sejarah perkeretaapian Indonesia lebih lengkap.

Ternyata Lawang Sewu dulunya milik Perusahaan Kereta Api Hindia Belanda. Seiring dengan nasionalisasi perusahaan kereta api penjajah pada 28 September 1945, Lawang Sewu juga dinasionalisasi dalam perang kemerdekaan bulan Oktober 1945 di Semarang.

HM Sudono pensiunan Kepala Museum Kereta Api Indonesia di Ambarawa menjelaskan stasiun Ambarawa dibangun tahun 1873 dengan nama stasiun Wilem 1. Dulu digunakan untuk mengangkut hasil bumi khususnya kopi dari Bedono.

Kemudian untuk KA penumpang. Namun tahun 1970 an kalah bersaing dengan angkutan mobil hingga akhirnya ditutup tahun 1975. Setahun kemudian dijadikan museum yang diresmikan Gubernur Jawa Temgah Supardjo Rustam.

Selanjurnya untuk makan siang rombongan Paguanama diantar ke Wisata Apung Kampung Rawa di Rawa Pening dengan naik perahu tambangan. Sedang makan malam di Kampung Laut, tidak jauh dari PRPP Jawa Tengah di Semarang.

Pada malam temu kangen di Hotel Andelier, Jl Atmodirono 1, dihibur orgen tunggal Donny Setiawan dan kawan dengan MC Rosida dari Jakarta. Atas usul Rinie Husein dari Paguanama Bandung. Ketua Paguanama Josie Sosodoro bersama pengurus lainnya sepakat Reuni ke 8 Paguanama akan diselenggarakan tahun 2018 mendatang di Solo.

“Kalau terlalu lama keburu anggotanya berkurang,” tutur Rinie memberi alasan. Sebab ketika reuni di Batu 2015 pesertanya 60 orang.

Di akhir acara Ketua Panitia Adri mengirimkan bantuan makan siang untuk 37 anak yatim piatu di 2 panti asuhan yang berbeda di Semarang.

“Iyalah biar berkah,”pungkas Faridar ketua panitia reuni ke 6 di Kota Batu.Malang tahun 2015 silam. (Ichsan,).