Halloapakabar.com, Jakarta – Tim nasional (timnas) Indonesia kembali hanya meraih posisi runner-up setelah dikalahkan Thailand pada final Piala AFF 2016 dengan agregat 2-3. Seusai kekalahan ini timnas diharapkan langsung mempersiapkan diri lebih matang untuk ajang SEA Games 2017.

Pada final leg kedua yang digelar di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand dan disiarkan langsung RCTI, iNews TV, dan Soccer Channel (Indovision 101) tadi malam, Indonesia kebobolan dua gol tanpa balas oleh Thailand. Kedua gol The War Elephants ini diciptakan penyerangnya Siroch Chatthong pada menit ke-37 dan ke- 47. Indonesia kalah agregat 2-3 setelah pada leg pertama menang 2-1.

Hasil itu mengikuti kegagalan skuad Garuda di final Piala AFF 2000, 2002, 2004, dan 2010. Kandasnya Indonesia di final Piala AFF 2016 jadi kekalahan ketiga kalinya atas The War Elephants setelah sebelumnya terjadi di Piala AFF 2000 dan 2002.

“Pertama-tama selamat untuk Thailand bisa memenangi kejuaraan ini. Tim yang terbaik di turnamen ini. Mereka memang layak untuk memenangi Piala AFF ini. Kami bisa melihat dalam dua leg, Thailand merupakan tim yang lebih baik, lebih kuat daripada kami,” ungkap Pelatih Indonesia Alfred Riedl selepas pertandingan.

Riedl mengaku Thailand memiliki pemain-pemain yang bagus dengan level yang tinggi dan sudah mempersiapkan timnya cukup lama. Fisik yang lebih bagus dianggap Riedl menjadi keunggulan Thailand atas Indonesia. Meski harus kembali gagal mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola Indonesia di ajang Piala AFF.

Performa Boaz Solossa dkk dinilai sudah sangat maksimal. Apalagi jika mengingat bagaimana persiapan yang dilakukan Riedl untuk meramu timnya tampil di perhelatan dua tahunan tersebut. Praktis hanya tiga bulan masa persiapan Indonesia setelah terlepas dari sanksi FIFA selama satu tahun lebih.

Tidak hanya itu, untuk mengisi komposisi terbaik di skuad Garuda kali ini, Riedl juga tidak bisa seleluasa sebelumnya ketika menukangi Indonesia di Piala AFF 2010 dan 2014 Kali ini hanya dua pemain dari tiap klub yang bisa dipanggil ke timnas. Tentang masa depannya, Riedl mengaku menyerahkan keputusan kepada PSSI.

Namun dia mengisyaratkan akan siap melatih timnas jika diberi kepercayaan kembali. “Akan menarik bagi saya bila bisa membangun tim yang lebih tangguh untuk menantang Thailand dalam beberapa tahun ke depan,” papar Riedl.

Kapten timnas Indonesia Boaz Solossa mengaku dirinya dan pemain yang lain sudah bermain maksimal pada final leg kedua ini. Pria yang akrab dipanggil dengan sebutan Boci ini mengakui kemampuan pemain Thailand di atas Indonesia. Ia menilai rekan-rekannya di timnas juga telah memberikan kemampuan terbaiknya.

Hanya saja upaya yang dilakukan belum membuahkan hasil. “Memang kita juga punya peluang, tapi kita memang kurang beruntung sehingga tidak bisa mencetak gol. Thailand memang bermain bagus,” kata Boaz seusai pertandingan.

Boaz pun berharap timnas lebih lama mempersiapkan diri jelang sebuah turnamen seperti yang dilakukan Thailand. Penyerang asal klub Persipura Jayapura ini mengatakan, untuk membangun tim yang berkualitas, membutuhkan waktu lama. “Sehingga bisa bermain maksimal dalam sebuah kejuaraan internasional,” kata Boaz.

Mengenai pemain timnas yang saat ini ada, Boaz mengaku banyak yang potensial. Mereka selama kejuaraan Piala AFF 2016 berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ke depan, diharapkan persiapan timnas jauh lebih bagus karena banyak kejuaraan yang bakal dihadapi. Boaz yang saat ini sudah memasuki usia 30 tahun mengaku akan kembali memperkuat timnas jika masih dibutuhkan.

Dia ingin sebelum pensiun dari persepakbolaan nasional bisa mempersembahkan hasil terbaik bagi timnas Indonesia. Namun Boaz lebih memilih memberikan kesempatan kepada para pemain muda untuk mengisi pasukan Garuda.

Dia mengaku bersama Benny Wahyudi adalah pemain senior yang sudah mencicipi Piala AFF beberapa kali. “Untuk Piala AFF berikutnya, adik-adik seperti Evan dan Yanto Basna pasti bisa memberikan hasil lebih baik,” tutur Boaz. (drw/rdp)