Halloapakabar.com, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan Indonesia adalah tempat terbaik untuk berinvestasi terutama sektor ekonomi makro. “Ekonomi Indonesia naik sekitar 5 persen, meskipun belum sesuai dengan apa yang kami ekspektasikan beberapa tahun lalu, akan tetapi menurut saya hanya beberapa negara saja di dunia ini yang bisa menaikkan angka ekonomi sebesar 5 persen,” katanya saat Opening Remarks of Nikel BP ASIA TECH forum 2017 di jakarta, Senin (24/7/2017).

Menteri Rudiantara menyebut pertumbuhan Indonesia tergolong b esar di kalangan negara-negara G20. “Bahkan diantara negara-negara yang tergabung dalam G26, Indonesia berada di posisi ketiga dalam peningkatan ekonomi terbesar,” tandas Rudiantara.

Menteri Kominfo mengatakan inflasi Indonesia dapat diturunkan lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi, tahun lalu sekitar 3 sampai 4 persen. “Berdasarkan sebuah survey menunjukkan bahwa Indonesia berada di posisi pertama negara yang paling dipercaya untuk berinvestasi, bahkan negara kita lebih baik jika dibandingkan dengan negara Swiss dan Norwegia,” jelasnya.

Menkominfo juga menerangkan dalam sektor komunikasi dan informatika (ICT), terutama bidang infrastruktur. Indonesia berada di posisi keempat di ASEAN setelah Singapura, Malaysia dan Thailand. “Diharapkan tahun 2019 menjadi peringkat ke dua, karena pada tahun 2019 seluruh wilayah Indonesia terhubung menggunakan broadband,” paparnya.

Menurut Menteri Rudiantara, keberadaan infrastruktur bertujuan untuk memindahkan tiga hal yaitu, orang-orang, barang-barang, dan informasi. “Oleh karena itu pemerintah Indonesia bekerja cukup keras untuk membangun koneksi untuk dapat memindahkan ketiga hal tersebut,” katanya.

Menteri Kominfo menyampaikan ketertarikan dengan para investor Jepang yang datang ke Indonesia dan mengundang para investor asing untuk dapat berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur TIK. Secara khusus, Menteri Kominfo berharap kepada setiap investor, baik itu investor Jepang maupun investor asing lainnya yang benar-benar ingin berkomitmen.

“Bukan hanya sekadar mengunjungi Jakarta tanpa adanya komitmen. Karena komitmen sangatlah penting bagi kami, baik untuk pihak investor maupun untuk pihak Indonesia,” ujarnya. (nwi)