Halloapakabar.com, Jakarta – Meski melaju ke final, Indonesia gagal menampilkan permainan terbaik mereka bahkan cenderung bermain buruk. Walau demikian Tim nasional Indonesia melaju ke final Piala AFF 2016 setelah bermain imbang 2-2 atas Vietnam, dalam pertandingan semifinal leg kedua, di Stadion My Dinh, Hanoi Vietnam, Rabu (7/12/2016) WIB.

Secara agregat pasukan besutan Alfred Riedl unggul 4-3 setelah dalam pertandingan semifinal leg pertama Indonesia unggul 2-1, Sabtu (3/12/2016) lalu. Di final, Indonesia akan berhadapan dengan pemenang antara Myanmar dan Thailand, yang baru akan bertanding semifinal leg kedua, di Stadion Rajamanggala Bangkok, Kamis (8/12/2016).

Untuk sementara Thailand unggul 2-0 di leg pertama yang digelar di Thuwana Stadium, Minggu (4/12/2016) lalu. Ini menjadi final kelima bagi Indonesia setelah sebelumnya pasukan merah-putih melaju ke final empat kali sejak ajang sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut digelar 20 tahun lalu. Namun dari empat kesempatan melaju ke final, prestasi tertinggi Indonesia hanyalah runner up, yaitu pada 2000, 2002, 2004, dan 2010.

Pada laga final tahun 2000 yang saat itu masih bernama Tiger Cup, Indonesia dikalahkan Thailand 1-4, di Stadion Rajamangala, Thailand. Dua tahun kemudian, lagi-lagi Indonesia kandas di final Tiger Cup. Meski main di SUGBK, Indonesia kalah 2-4 juga dari Thailand lewat adu penalti.

Pada 2004, timnas Indonesia kembali gagal, dan kalah dua kali pada final yang sudah mulai menggunakan format dua leg ini. Pada leg pertama, Indonesia kalah 1-3 dari Singapura di SUGBK. Di leg kedua, Indonesia kembali menyerah 1-2 dari Singapura.

Pada 2010, Indonesia kalah dari Malaysia 3-0 di leg pertama, dan hanya mampu membalas 2-1 di leg kedua, yang membuat Malaysia juara dengan keunggulan agregat 4-2.

Kini harapan besar ada pada pundak Alfred Riedl untuk memupus kutukan Indonesia di ajang Piala AFF. Dia diharapkan mampu membuat Indonesia menjuarai Piala AFF 2016.

Ketua Umum PSSI yang baru terpilih, Edy Rahmayadi juga berharap timnas Garuda kembali disegani di kawasan Asia Tenggara dengan menargetkan Indonesia juara.

“Berikan yang terbaik untuk negara ini. Maksud yang terbaik itu adalah menjadi juara. Buat apa timnas Indonesia datang jauh-jauh kalau tidak menjadi juara?” papar Edy.

Dalam pertandingan tersebut, Vietnam sebenarnya mampu tampil mendominasi. Bahkan pasukan besutan Nguyen Huu Tang yang lebih banyak dalam penguasaan bola, beberapa kali mengancam gawang Indonesia yang dikawal Kurnia Meiga. Namun pertahanan Indonesia masih mampu menahan gempuran para pemain Vietnam hingga pertandingan babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Indonesia mulai merubah pola permainan. Bahkan pasukan Garuda akhirnya mampu unggul lebih dulu melalui Stefano Lilipaly ketika pemain belakang Vietnam melakukan kesalahan di menit ke-54.

Indonesia sebenarnya semakin diuntungkan ketika Vietnam harus bermain dengan 10 pemain setelah penjaga gawang Vietnam, Tran Nguyen Manh, mendapatkan kartu merah pada menit ke-76.

Namun Indonesia gagal memanfaatkan keuntungan tersebut, dan justru malah kecolongan ketika Vietnam mencetak dua gol untuk berbalik unggul. Dua gol Vietnam masing-masing dicetak oleh Vu Van Tanh pada menit ke-82 dan Tuan Vu Minh pada masa injury time.

Kemenangan 2-1 Vietnam tersebut memaksa perpanjangan waktu setelah agregat menjadi 3-3.
Namun Indonesia kembali menyamakan kedudukan menjadi 2-2, setelah Manahati Lestusen menambah gol Indonesia pada menit ke-96 melalui titik putih. Penalti diberikan setelah Ferdinand Sinaga diganjal kiper dadakan Vietnam di kotak terlarang. Dengan hasil imbang itu, Indonesia unggul agregat 4-3. (nda/hlb)